Feeds RSS
Feeds RSS

Minggu, 28 November 2010

Bahwa Hatiku Mengenalmu Part Satu (SivIel)

haii :) ini cerbung pertamaku di blog ini, yapz cuz blog ini kan baru dibuat tanggal 28 Nov 10, dan aku posting ceritaku di facebook, yaitu Bahwa Hatiku Mengenalmu, kalo di fb uddah sampe part 10, tapi, di sini, langsung ke Part akhir, yaitu 12.
Langsung aja yaa :) Sip .

=================


PART 1

‘ Aku hanya ingin memberi tahu bahwa hati kecilku adalah milikmu dan seluruh hatiku telah mengenalmu. Dan terakhir kali ku bicara, bahwa aku mencintaimu dan sekali pun itu pernah maupun masih ‘.

Air mata itu jatuh juga. Sivia menangis. Dengan kata lain ia menyesal. Perasaannya campur aduk. Ia tak mengerti mengapa dulu ia menolaknya. Sivia berusaha mengingat kejadian dua tahun yang lalu.

::::12345::::

Sivia adalah salah satu gadis di sekolah. Memang salah satu, namun bagi teman temannya tidak. Sivia ini gadis special, cantik, pintar, dan bisa kita sebut ‘tajir’. Yap, papi Sivia ini seorang pengusaha sukses dan terkenal. Kakaknya bernama Zevana dan sekarang sedang kuliah di Amerika Serikat dan sudah satu tahun ga pulang, namun setiap hari selalu memberi kabar. Namun, Mami Sivia telah meninggal dunia karena kecelakaan mobil waktu Sivia berumur 3 tahun.  Dan sampai saai ini, siapa yang menabrak Mami Sivia belum diketahuinya.

Sivia bersekolah di SMAN 25 Bandung. Sivia terkenal polos dan mudah bergaul. .
Sahabat paling sahabat menurut Sivia adalah Agni..
Begitu polosnya, sampai masalah cowo pun ia tak tahu.. Sampai suatu hari, Sivia ditembak seorang cowo.

“Gue gak ngerti” senyum Sivia. “Lo tinggal jawab ya apa enggak, Siv. Yang pasti, setelah gue ketemu sama elo, gue rasa gue jatuh cinta sama elo, Siv “ senyum cowo itu.
“Aduh gimana ya, Ki ? “ Sivia tetap bingung. “Terserah apa aja, yang penting gue menunggu “ senyum cowo itu yang ternyata bernama Kiki.
“Oke deh, gue terima” senyum Sivia. “Beneran, Siv ? Makasih yaa”.
“ Sama sama....”.

Saat itu Sivia resmi menjadi ‘cewenya’ Kiki . Agni, sang sahabat Cuma geleng geleng. Habis, ‘tumben’ bisa liat Sivia pacaran..

::::12345::::

Malam minggu, Sivia sama Kiki janjian di sebuah Café.

“Ag, gue enggak ngerti pacaran deh. Gue bingung” Sivia memasang wajahnya yang bingung. “Yelah ni anak. Ngapain coba diterima kalo enggak tau ? Lagian elo udah cantik cantik begini !” .
“Yha sorry, habis gue iseng sama pengen tau aja. Tapi sumpah gue enggak tau” .
“Jalanin deh dulu. Gue sama Kak Cakka aja fine fine aja sampai sekarang” Angi tertawa.
“Yah itu kan elo. Lagian elo udah ngerti, professional gitu. Nah gue ? Pacaran aja baru sekarang” Sivia protes.
“Haduh, pokoknya kan ini di Café. Ini namanya kencan pro-romantic. Paling cuman makan, udah gitu dia ngungkapin perasaannya lagi sambil ngegenggam tangan lo. Terus, elo makan apa, dia yang bayarin. Apapun demi cewe deh pokoknya” Agni menjelaskan panjang lebar.
“Oh gitu toh. Gampang juga sih. Yaudah deh,gue turun dulu”. Sivia berjalan keluar dari mobil, ditemuinya Kiki, sang pacar. Kiki sudah tersenyum manis ke arahnya.

“Siap dengan kencan pertama, my princess ?” Kiki menyambut lembut Sivia. “Seperti nya iya, tapi sedkit gugup. Hahaha “Sivia tertawa. “Ya sudah, ayo kita masuk ke dalam”.

“Pesen apa mas ?” pelayan Café datang. “Kamu pesen apa sayang ?”Kiki tersenyum. “Aku pengen steak sama orange juice”. “ Kalo gitu samain aja, tapi saya minumnya avocado juice”.

Pesanan datang, Kiki dan Sivia melancarkan acara dinner pertama mereka.

“Siv, kamu tau gak ?”Kiki menggenngam tangan Sivia. “Apa?”... “Aku sayang sama kamu dan juga cinta...”. 

‘Wah, si Agni emang professional. Semua yang dia bilang, kejadian kabeh’ batin Sivia sambil tersenyum.

“Iya, aku juga, Ki.. “,Sivia tersenyum manis sekali. “Makasih ya sayang my princess ku, oh ya, ntar pulangnya aku yang nganter ya ?” Tanya Kiki. “Engga, aku udah janji nginep di rumah Agni, otomatis dia yang jemput...” . “Okelah..”

Setelah selesai makan malam, Kiki merogoh saku celananya. Setelah itu, Kiki memasang tampang khawatir dan kembali menatap Sivia..

“Kamu kenapa ?” Tanya Sivia . “Siv, dompet aku, ... “.   “Kenapa dengan dompet kamu ? Kamu enggak bawa dompet ?”.   “Iya, Siv “Kiki cemas, namun entah kenapa setengah tersenyum... “Apa kamu bilang ? Terus kita bayar semuanya ini dengan apa ?” Sivia berdiri dari ‘banch’ nya.
“Kamu bawa uang kan ?” Tanya Kiki.  “Iya, terus apa ?”.  “Maaf banget, Siv. Aku bukannya sengaja, tapi aku bener bener lupa bawa dompet aku. Plis, untuk sekali ini ajakamu yang bayarin semuanya. Aku jamin kejadian ini enggak terulang lagi. Aku minta maaf. “, Kiki menunduk.   “Yasudah, dan makasih banget buat dinner nya, sekarang gue mau pulang. Malam “Sivia langsung pergi meninggalkan Kiki.

“Kasihan, tapi makasi banget yaa, Sivia sayang “Kiki tersenyum melihat langkah Sivia yang emosi.
Drrt Drrt...
“Halo ? Sukses, itu cewe kayaknya polos bener, gampang dah. Brebes semuanya. Kalian tenang aja, bos kalian ini, yang namanya Kiki ini, udha professional. Sivia in my hands now” Kiki tertawa di teleponnya. 

Ada apa ini ?

::::12345::::

Sivia tak menangis namun kecewa. Ia segera menelopn Agni untuk menjemputnya, tak lama kemudian, Agni datang dengan mobilnya..

“Gimana, sister ? Sukses kencan pertamanya ?” Agni tersenyum. “Eh, ntar dulu. Itu muka kenapa kusut gitu, Siv ? First date lo enggak gagal kan ?”.
“Memang sih Ag. Pertama tama yang elo bilang bener. Dia ngungkapin lagi perasaannya ke gue. Tapi kata kata lo yang kedua, aneh ! 100% bikin BT plus ilfeel !”.
“ Lah emang kenapa si ? Kalo gue sama Kak Cakka waktu itu biasa biasa aja. Gue ngomong sesuai kenyataan kok” Agni menatap Sivia.  “Iya kan itu elo, nah kalo gue ? Kiki itu tadi lupa bawa dompet itu Café kan famous, otomatis harganya juga famous, eh ternyata all of menu that we ate, semuanya gue yang bayar !”.
“What ? Masa sih ? Ah, palingan dia bener bener lupa. Dan gue yakin, dia itu enggak sengaja . Sante aja kali, Siv. Mungkin di lain waktu, dia bakal ngajak nge.date lagi sama elo, dan perbaikin semunya. Lo percaya dia kan ? Lo cinta dia kan ?”.
“Masalah cinta gampang, Ag. Tapi gue masih BT, you know ?”Sivia membuang muka ke arah kaca mobil.         “ I know it, but you must be patient, ok ?”.   “Ya, ya..”

Setelah sampai di depan rumah Agni, Sivia dan Agni segera masuk ke dalam rumahnya Agni. Di sana, Sivia terkesima dengan kemewahan rumah Agni. Namun, dia enggak terlalu kaget juga sih, wong rumahnya lebih gede gitu. Haha :D

“Tunggu aa, gue kebelet nih, lo tau kamar gue kan ? Lo kalo mau masuk, masuk aja. Ok ?” Tanya Agni.   “Siipokeh, gue mau keliling dulu, di rumah lo enggak ada ortu lo kan ?” Tanya Sivia. “Enggak ada, enggak tau juga. Katanya sepupu jauh gue mau ke sini. Gak tau udha nyampe tau belum dah “.    “Siapa ? Deva ?” tanya Sivia.    “Bukan, ini sepupu lebih jauh. Dia mah sepupu deket “...     “Oke deh, sana dah. Kalo bocor, gue gak mau Bantu lo ngepel” Sivia tertawa..    Agni buru buru lari ke toilet.

Sivia berjalan menyusuri rumah itu. Dilihatnya foto foto keluatga Agni. Sivia tersenyum. Lalu, mata Sivia tertuju pada salah satu foto edittan Agni yang ia bingkaikan..

“Apa ini sepupu jauh Sivia ? Cuma ini yang gue gak kenal. Walaupun ini foto kecil, tapi gue udah kenal dekat sama saudara Agni, kecuali ini. Yang ini kan kakak nya Agni, Kak Shilla. Kalo yang ini adeknya, Ray. Yang ini kakak cowo kesayangannya Agni, Koko Alvin, yang ini Opa Deva. Hihi, tapi yang ini gue gak tau. “, Sivia menunjukkan seluruh orang di foto itu.
“Itu gue, Gabriel Stevent Damanik” tiba tiba seseorang muncul dan berkata seperti itu. Sivia menoleh. Dilihatnya sesosok laki laki sedang minum jus jeruk. Laki laki tinggi dan hitam manis menurutnya. Seketika laki laki itu tersenyum ke arahnya.
“Gue Gabriel. Panggil aja Iel. Gue sepupu jauhnya Agni. “.     “Oh, jadi yang di foto ini elo ?”Sivia tersenyum. Seketika sepupu Agni yang bernama Ie ini terkesima dengan senyuman Sivia, namun ia cepat menyadarinya.     “Ya, tepat sekali.”...
“Kalo begitu, kenalin. Gue Sivia, sahabatnya Agni..”Sivia mengulurkan tangannya..  “Salam kenal juga..”Iel tersenyum dan membalas uluran tangan Sivia..

Tak lama kemudian, Agni muncul dan melihat Sivia yang begitu akrab dengan sepupunya. Ia juga kaget melihat Iel yang sudah datang.

“Iel yaa ?” Agni menghampiri...   “Wah, sepupu gue udah gede yaa rupanya. Hahaha”.  “Ish, najong ! . Lo udah kenalan sama sahabat gue, Sivia, orang paling cantik sejagatraya. ?” Agni tersenyum dan Sivia menginjak kaki Agni..    “Auw, santa jek Siv. Kan bener, cowo cowo di sekolah aja kelepek kelepek sama elo. Sama loh kayak Iel. Di Amrik dia juga di sebut ‘the most handsome man’ loh” Agni bercerita panjang lebar.   “Amrik itu maksudnya Amerika Serikat kan ?” Tanya Sivia...   “Menurut lo Siv ? Yaiyalah ! “Iel tertawa.    “Waw, jadi kamu dari Amrik ? Keren, pernah ketemu Justin Bieber enggak ?” Tanya Sivia..
“Yaelah, Siv. Lo kayak Kak Shilla aja, Justin Bieber mulu yang diomongin “Agni protes.. “Biarlah, Ag. Oya Siv, gue mah sering ketemu JB “Iel tertawa..   “Masa ? Dapet tanda tangan gak ? “.   “Buat apa ? JB tuh sama kayak kita, manusia biasa. Buat apa minta tanda tangan ? Gue juga punya tanda tangan sendiri..” Iel menghembuskan nafas.  “Iya deh -_-“ Sivia menunduk..
“ Yaudah, eh udah malem, bobo sana Siv. Cewe gak baek bobo malem malem “Iel kembali menatap Sivia..   “Buset dah, Yel ! Gue sepupu lo gak di suruh dan enggak dierhatiin ? Jangan jangan elo naksir Sivia yaa ?” Agni protes.    “Bukan gitu, Ag. Gue mah bosen waktu kecil ngingetin lo, seklai klai ganti orang kan boleh” Iel tertawa...   “Idih, whatever ah... Ayo Siv, cabut ke kamar gue, sekaligus gue mau cerita soal gitar baru gue yang bokap gue beliin dari Australia. “Agni tersenyum.   “Tapi, Ag. Kalo kita ke kamar lo mau tidur, maen apa kek gitu, gue setuju. Tapi kalo ngomongin soal gitar, gue pikir pikir dulu deh” .      “Yaelah Sivia ! Sama temen sendiri juga, yaudah deh gue tahan dulu.. Kita ke kamar gue cerita soal Kiki aja, setuju enggak ?” Tanya Agni.
“Siapa tuh Kiki ?” Tanya Iel.    “Pacar Sivia, tapi kayaknya mau putus dhe, Sivianya ngambek soalnya “Agni tertawa..   “Biarin ah, males gue ngomongin dia” Sivia mengendus sebal..    “Uwah cantik, jangan marah dong.. Yaudah deh, kita ke kamar bicarain soal apa aja yang elo mau, “Agni mengalah..
“Setuju, ayo” Sivia menarik tangan Agni..

Sivia dan Agni berjalan ke arah kamar Agni. Mereka tidur sekamar, Sivia takut di suruh tidur sendirian di kamar tamu. Padahal, di rumah Agni itu ada sekitar 5 kamar tamu sama 2 kamar kosong.
Namun, ada yang berbeda dari Gabriel atau Iel ini. Ia terus memperhatikan langkah Sivia dan Agni. Namun, walaupun kedua gadis ini diperhatikannya, kedua mata Iel tetap saja menatap hanya Sivia seorang..
Ada apa dengan Iel ? Apakah dia menemukan sesuatu dari diri sang Sivia ? Atau, apakah Iel mengenal atau telah mengenal Sivia lebih dalam lagi ?
Saya tidak tahu :pp

Makannya, tunggu Part Berikutnya yaa :)

0 komentar:

Poskan Komentar